Teguh Aditya Page

Just another WordPress.com weblog

Pengertian Kelompok

Terdapat sejumlah ahli yang mendefinisikan kelompok, tentunya definisi yan dikemukakannya menurut perspektif disiplin yang melatarbelakanginya seperti disiplin ilmu sosiologi, komunikasi, maupun psikologi sosial, yang kesemuanya untuk mendapat pengertian mengenai kelompok. Definisi tersebut antara lain:
“Group is a collection of organisms in wich the existence of all (in their given relationships) is necesarrt to the satisfaction of certain individual needs in each. That is to say, the group is an instrument toward the satisfaction on needs in the individual. Individuals belong to the groups only because they achieve certain satisfaction made possible by its organization wich would not so readily be bossible for them through any othe device (Cartwright and Zander, 1971:20)
Kelompok adalah suatu kolektif yang terdiri atas berbagai organisme dimana eksistensi semua anggota sangat penting untuk memuaskan berbagai kebutuhan individu. Artinya, kelompok merupakan suatu alat untuk mendapatkan berbagai kebutuhan individu. Individu menjadi milik kelompok karena mereka mendapatkan berbagai kepuasan sebaik mungkin melalui organisasi yang tidak dengan mudah mereka dapatkan melalui cara lainnya.
Wekley and Yukl (1977) mengemukakan bahwa kelompok merupakan sekumpulan orang yang berinteraksi satu sama lain secara teratur dalam suatu periode tertentu, dan merasakan adanya ketergantungan diantara mereka dalam rangka mencapai satu atau lebih tujuan bersama. James A F Stoner (1980), menyatakan bahwa kelompok merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Edgar H Schien (1980), menjelaskan bahwa kelompok merupakan sejumalh orang yang mengadakan interaksi satu sama lain, secara psikologis sadar akan adanya orang lain selain dia dan menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok. Shaw (1979), merumuskan pengertian kelompok berdasarkan karakteristik khusus yaitu:
1.persepsi dan kognisi anggota kelompok
2.motivasi dan pemenuahan kebutuhan
3.tujuan kelompok
4.organisasi kelompok
5.saling ketergantungan diantara anggota
6.interaksi
Daro sudut pandang persepso, Smith and Bales (1945) mengembangkan batasan kelompkm sebagai sejumlah individu yang berinteraksi tatap muka dengan sesamanya melalui pertemuan-pertemuan, dimana anggota saling menerima kesan persepsi yang menjadikan masing-masing anggota berekasi secara individual. Dari sudut pandang motivasi, Cattel (1951) menyatakan bahwa kelompok merupakan kumpulan organisme yang berkembang sebagai suatu kumpuan individu yang berguna untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Bass (1960) memandang kelompok merupakan kumpulan individu yang berkembang untuk mendorong dan memberi ganjaran satu sama lain dari sudut pandang tujuan. Mill (1967) mengemukakan bahwa kelompok sebagai suatu kesatuan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang melakukan hubungan untuk tujuan tertentu dan mempertimbangkan pemikiran-pemikiran dalam memaksakan hubungan tersebut. Dari sudut pandang ketergantunan antar anggota, Cartwright and Zander (1968) mengemukakan pengertian kelompok sebagai sekumpulan individu yang melakukan konyak (hubungan) dengan sesama anggota yang menunjukan saling ketergantungan yang bermakna.
Atas dasar pengertian-pengertian yang telah dikemukakan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa pengertian kelompok tidak terlepas dari elemen-elemen, keberadaan dua orang atau lebih yang melakukan interaksi dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Jadi jelaslah disini bahwa meskipun ada sekumpulan individu, jika kumpulan tersebut tidak memiliki elemen-elemen sebagimana disebutkan di atas, maka kumpulan tersebut belumlah dapat dsebut sebagai kelompok.
Suatu kelompok dipandang dari sutut psikologi sosial memiliki struktur dan fungsi. Hal ini terbentuk oleh lingkungan kelompok (group envirunment) itu senditi yang terdiri atas lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan lingkungan personal kelompok. Masing-masing lingkungan tersebut memberi sumbangan tersendiri terhadap bentuk dan pola interaksi, iklim, wawasan, perspektif, serta dinamika kelompok.Lingkungan fisik lebih mengarah pada segi geografis, termasuk juga iklim lingkungan tersebut, tempat, jarak jauh dekatnya dari pusat informasi. Lingkungan sosial termasuk didalamnya hubungan dengan sesama kelompok yang lain, yang ada kaitannya dengan fungsi kelompok, kekompakan kelompok, heterogenitas, dan homogenitas anggota kelompok, pengaruh-pengaruh sosial, kepuasan anggota, dan produktivitas kelompok. Lingkungan personal suatu kelompok yang ikut memberi warna terhadap bentuk dan pola interaksi kelompok adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan aspek kepribadian manusia secara personal dalam peranananya sebagai anggota kelompok.
Menulusuri rangkaian pemikiran mengenai kelompok diatas, diperoleh kesan begitu komplesnya suatu kelompok yang kita lihat sehari=hari secara sederhana. Hal ini disebabkan oleh sudut pandang yang multidimensional yang dapat dipergunakan untuk membahas dan menelaah kelompok dengan berbagai fenomenanya. Dengan kata lain kesan komples terbentuk dari teori apa yang digunakan untuk menelaah kelompok tersebut.
Gagasan pemikiran yang berkembang untuk membahas dan menelaah kelompk sebnagai salah satu fenomena sosial dan fenomena psikologis adalah bahwa kelompok mampu dijadikan sebagai sistem intervening untuk memahami realitas sosial secara makro, maupun realitas mikro manusia. Ivancevich (1977) menegaskan bahwa setidak-tidaknya ada tiga alasan utama mengapa kelompok penting untuk dijadikan objek telaah suatu penelitian. Alasan pertama bahwa kelompk yang didalamnya terkandung order sosial tidak mengarahkan individu untuk mengerti (memahami) nilai-nilai dan norma-norma sosial. Alasan kedua bahwa kelompok berfungsi sebagai perantara yang cukup penting dalam melayani berfungsinya individu dalam masyarakat secara umum. Kelompok mampu memuaskan ekonomi, status atau hubungan persahabatan yang dibutuhkan indibidy melalui kedudukannya selaku anggota kelompok. Alasan ketiga adalah bahwa sebenarnya kelompk tidak begitu komples untuk dipelajari atau ditelaahm diuji, dan dieskperimentasikan dibandingkan dengan suatu organisasi yang lebih besar.

April 25, 2007 - Posted by | psikologi_perkembangan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: